Benarkan PPKM Tak Solutif?

Baru baru ini, setelah PSBB diaktifkan kemudian dinonaktifkan, ada kebijakan pemerintah lain yang bertujuan untuk membatasi kegiatan dan mengurangi jumlah pasien yang mengidap covid-19. Kebijakan ini terangkum dalam Intruksi Menteri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan. PPKM Mikro diharapkan mampu mengendalikan laju penyebaran covid-19 yang kian hari kian meresahkan seluruh masyarakat Indonesia.

Sayangnya perihal PPKM sepertinya tidak memiliki banyak pengaruh. Di mana mana masih banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan seperti biasanya. PPKM awalnya diaktifkan untuk beberapa kota dan kabupaten di Jawad an Bali, namun kemudian seakan hilang lalu hadir kembali dengan istilah PPKM Mikro. Jika ditanya kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat sepertinya tidak tahu hal ihwal mengenai kebijakan ini.

PPKM Mikro Jadi Kebijakan Tidak Jelas?

Seorang pakar epideniolog yang bertugas di Universitas Pendidikan Indonesa, Syahrizal Syarif bahkan mengatakan bahwa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro adalah hal yang tidak jelas. Tempo menghubungi Syahrizal Senin lalu, 8 Februari, dan pakar tersebut mengatakan bahwa DKI tak perlu ikut memberlakukan hal ini. Kebijakan pemerintah kali ini adalah kebijakan yang tidak jelas.

Bagi sebagian masyarakat, kebijakan ini memberikan ruang yang semakin sempit. Kebutuhan ekonomi yang tidak bisa ditahan hanya akan mengakibatkan tingkat kriminalitas yang semakin tinggi. Sedangkan produktifitas menjadi semakin menurun. Entah sampai kapan seperti ini, namun jika terus berlanjut maka kesemrawutan akan terjadi pada semua segmen dan Indonesia bisa saja colaps suatu saat nanti. DKI yang menjadi pusat laju perekonomian pun akan mundur seiring dengan tidak adanya aktifitas yang ditekan terus.

Positivity rate yang mencapai 20% memungkinkan semua orang akan terkenal covid-19 secara perlahan. Jika PPKM dianggap tidak solutif maka harus dicarikan solusi yang relevan untuk kondisi Indonesia dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Masyarakat menunggu dan akan berterima kasih jika pemerintah akhirnya bisa membuat kebijakan yang tidak berat sebelah atau mampu memberikan optimisme disaat sulit seperti ini.

Usaha Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Rupanya, penyebaran covid-19 hampir akan satu tahun di Indonesia. Sampai saat ini belum ada penurunan dari jumlah pasien positif yang kian hari malah bertambah banyak. Menyikapi PPKM hanya akan menambah beban pikiran apalagi untuk tulang punggung yang harus mencari nafkah menghidupi keluarga. Lebih baik fokus saja pada usaha untuk menjaga diri sendiri dari penyebaran ini sehingga mampu menekan laju jumlah orang yang positif setiap harinya.

Selalu diingatkan bahwa dengan memakai masker di mana pun saat berada di luar rumah merupakan sebuah usaha bandar togel hk untuk bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. kita tidak tahu apakah kita memang bersih dari virus atau malah seorang OTG. Oleh karena itu, menjaga jarak, selalu cuci tangan dan membatasi komunikasi fisik adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini. Iman, Imun dan aman adalah tagline terbaik yang bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sehari hari. Jika masyarakat bisa disiplin maka penyebaran virus covid-19 ini benar benar bisa dikendalikan. Sikap toleransi dan menghargai pasien covid dan kejujuran mereka yang sudah berinteraksi intens akan diapresiasi tenaga medis sehingga tracing mudah dilakukan. PPKM Mikro tetap berlaku, namun jangan terlalu banyak berharap bisa menghilangkan virus covid-19 dari bumi Indonesia.