Vietnam Jadi Timnas Paling Sial pada Final SEA Games 2019

Menjelang duel melawan Indonesia, Vietnam nampaknya harus memperhatikan beberapa hal yang menjadi catatan buruknya di laga final SEA Games 2019. Catatan buruk mereka adalah mereka selalu kalah dalam lima laga final yang dimainkannya.

Dalam perjalanan cabang olahraga sepak bola yang terjadi di laga SEA Games, Vietnam pasalnya tercatat 5 kali mask ke final SEA Games. Namun mereka juga tidak pernah berhasil menjadi juara. Ini lah hal yang nampaknya harus dievaluasi lebih oleh pelatih, manajemen togel sgp dan juga Timnas Vietnam itu sendiri.

Vietnam Akan Sial Lagi?

Pertama kali Vietnam masuk ke final SEA Games yakni pada tahun 1995 ketika mereka berjumpa dengan sang tuan rumah, Thailand. Mereka sayangnya harus tunduk di depan Thailand dengan skor 0-4 di akhir pertandingannya.

Kemudian 4 tahun berselang setelahnya, tepatnya pertandingan yang kembali mempertemukan Vietnam dan Thailand di Bandar Seni Begawan, Vietnam harus lagi dan lagi tunduk dengan skor 0-2. Ketika menjadi tuan rumah SEA Games 2003, dukungan penuh dari supporter-suporternya juga sayangnya belum mampu membantu Vietnam meraih kemenangannya. Saat itu, Thailand kembali lagi menjadi batu sandungannya dengan kemennagannya yang dramatis yakni dengan skor 2-1 lewat babak perpanjangan waktu yang menguras mental dan tenaga.

Pada ajang SEA Games 2005, Vietnam lalu berjumpa Thailand lagi di partai puncak. Lagi dan lagi. Thailand menjadi batu sandungannya dengan kemenangan telak yakni 3-0. Vietnam kali terakhir muncul di babak final sea Games di tahun 2009, 10 tahun yang lalu.

Namun saat itu bukan lah Thailand yang menjadi pengubur mimpinya akan tetapi Malaysia. Malaysia mengalahkannya dengan skor tips yaitu 2-0 di laga tersebut. Di bawah Vietnam, Myanmar dan Singapura lah yang menjadi tim berikutnya yang masuk ke final tanpa bisa mendapatkan emas. Myanmar dan juga Singapura sama-sama tiga kali lolos ke babak final dan harus puas saja dengan medali perak.

Indonesia sendiri juga sama halnya dengan Vietnam, empat kali gagal di babak final SEA Games yakni di SEA Games 1979, 1997, 2011 dan 2013. Akan tetapi, Indonesia akhirnya bisa mendapatkan medali emas di tahun 1987 dan 1991.

Vietnam Spesialis ‘Gol Telat’

Di ajang SEA Games 2019 ini Indonesia akan bertemu dengan Vietnam pada Selasa, 10 Desember 2019 tepatnya di Stadion Rizal Memorial. Dalam pertemuannya dengan Indonesia, nampaknya Vietnam siap meneror Indonesia dengan golnya yang ‘telat.’

Timnas Indonesia U23 pasalnya patut waspada pada timnas Vietnam yang suka sekali mencetak gol di menit-menit terakhir di akhir pertandingan. Dari 21 gol yang tercipta, 5 gol diantaranya adalah gol telat atau gol yang dicetak oleh timnas Vietnam di menit-menit akhirnya, tepatnya di atas menit ke-80. Catatan tersebut lebih banyak dengan yang dimiliki oleh Indonesia, hanya 2 gol di menit-menit terakhirnya.

Dua dari 5 gol yang diciptakan oleh Vietnam di menit-menit terakhir ini adalah penentu kemenangan tim yang diasuh oleh Park Hang-seo ini. Gol telat pertama milik Vietnam di SEA Games 2019 ini terjadi saat mereka melawan Brunei Darussalam. Gol telat kedua yakni saat menghadapi Laos. Kemudian Indonesia juga pernah merasakan gol telat Vietnam.

Jangan sampai Timnas Indonesia U23 lengah kalau tidak mau menelan kekalahan lewat gol telat yang diciptakan oleh Vietnam di laga final SEA Games 2019 nanti.

Ronaldo Akan Segera Damai dengan Sarri

Dikabarkan bahwa Christiano Ronaldo akan sesegera mungkin bertemu dengan sang pelatih, Mourizio Sarri guna menyelesaikan masalah di antara kedua sosok penting di Juventus itu. Menurut berita yang dilansir dari CNN Indonesia, Ronaldo dan Sarri pasalnya akan bertemu di Kompleks latihan Juventus. Pertemuan yang akan berlangsung ini untuk membereskan insiden yang mana terjadi antara Sarri dan juga Ronaldo beberapa waktu lalu.

Akan Bertemu Guna Menyelesaikan Konflik Keduanya

Keduanya akan menggelar pertemuan guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi keduanya. Kedua belah pihak dikabarkan akan menyelesaikan masalah yang berdampak pada kondisi internal tim. Sebelumnya diketahui bahwa keduanya sempat bersitegang.

Hubungan keduanya dikabarkan merenggang togel online terpercaya karena adanya insiden saat Juventus melawan AC Milan tanggal 10 November 2019 lalu. Saat itu, pemain megabintang 34 tahun tersebut disebut kesal pada Sarri setelah dirinya ditarik keluar dari lapangan di menit ke-56.

Saat itu, Ronaldo ditarik keluar oleh Sarri dan kemudian posisinya digantikan Paulo Dybala yang mana muncul sebagai penentu kemenangan timnya. Dalam tayangan video yang beredar di social media dan lainnya, Ronaldo tampak mengangkat tangan dan kemudian menunjukkan ekspresi kesal saat dirinya tahu bahwa ia harus dikeluarkan dari lapangan.

Bahkan Ronaldo juga langsung menuju ke ruang ganti. Ia tak kembali ke bangku cadangan. Disebut-sebut, CR7 langsung meninggalkan Stadion Allianz ketika pertandingan masih berlangsung.

Tentang keputusan menarik keluar pemain megabintang asal Portugal itu, Sarri mengatakan bahwa sang pemain sedang tidak dalam keadaan yang fit. Ia juga menjelaskan bahwa Ronaldo sedang bermasalah dengan cederanya. Pernyataan Sarri itu pun akhirnya dibenarkan oleh Ronaldo. Mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu akhirnya mengakui bahwa ia saat itu bermain dalam kondisi cedera di Juventus.

Ronaldo sendiri kembali lagi ke Juventus setelah ia membela Portugal pada ajang Kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan kondisi terbaiknya. Ia juga berhasil mencetak hattrick ketika Portugal menang dengan skor 6-0 atas Lithuania dan bisa menyarangkan 1 buah gol ketika menang di kandang Luksemburg dengan skor 2-0.

Ronaldo Mengakui Sarri Benar Tentang Insiden Itu

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa Ronaldo mengakui bahwa keputusan Sarri benar saat menanggapi insiden pergantian pemain di laga Juventus melawan AC Milan lalu.

Saat duel yang dimenangkan oleh Si Nyonya Tua dengan skor 1-0 ini berlangsung di laga Liga Italia Seri A, tepatnya Minggu, 10 November 2019 di Stadion Juventus, Ronaldo marah karena dicadangkan di menit ke-56 dan ia digantikan oleh Paulo Dybala.

Dybala sendiri pada akhirnya sukses mencetak gol semata wayang dan unggul atas AC Milan di menit ke-77. Namun kemarahan Ronaldo itu sempat jadi buah bibir warganet, khususnya di sepak bola Italia. Pemain itu disebut-sebut juga melontarkan kata-kata kasar pada sang pelatih, Sarri.

Namun belakangan ini, ia mengaku salah dan menilai keputusan Sarri untuk menggantinya sudah tepat karena ia masih dalam kondisi cedera. “Dalam 3 pekan belakanan, saya terbatasi. Semua orang tahu saya tak suka dicadangkan. Namun tidak ada masalah dengan gesture saya setelah diganti. Saya hanya berusaha membantu Juventus dalam kondisi masih cedera. Tidak ada satu pemain pun yang suka diganti. Namun, saya paham itu karena saya tidak dalam kondisi baik dalam dua pertandingan tersebut. Saya tak dalam kondisi 100%,” katanya dilansir dari CNN Indonesia. 

Gaji Mourinho Dua Kali Lipat dari Klopp Jadi Pelatih Tottenham?

Kabar datang dari manajer anyar Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. Ia diisukan mendapatkan gaji hyang jauh lebih banyak dari pelatih sebelumnya, Jurgen Klopp, di klub Liverpool. Gaji yang dikabarkan mencapai 2 kali lipat.

Gaji Mourinho Dua Kali Lipat dari Klopp?

Dilansir dari CNN Indonesia, pelatih yang berasal dari Portugal ini akan menerima gaji sebanyak 15 juta Poundsterling toto sgp atau yang setara dngan Rp. 272 miliar per tahunnya. Tentunya jumlah ini membuat beberapa pihak, khususnya yang sudah lama memperhatikan Tottenham Hotspur sedikit tercengang.

Kabarnya jumlah itu tergoling besar untuk kategori manajer top di Inggris. Bahkan Mourinho akan mengalahkan juru racik formasi milik Liverpool, Jurgen Klopp. Menejer asal Jerman itu pasalnya hanya digaji dengan 7.5 juta poundsterling saja per tahunnya. Besaran pemasukan Klopp itu sama dengan gaji yang mana diterima oleh Ole Gunnar Solskjaer yang berada di Manchester United.

Dengan gaji yang besarnya sangat ekstra itu, Mourinho pasalnya hanya kalah dari Pep Guardiola, yang mana menukangi Man City. Mentan pelatih Barcelona itu pasalnya menerima gaji sebanyak 20 juta poundstreling atau setara dengan Rp. 363 miliar.

Gaji yang mana didapatkan oleh Mourinho tersebut juga jauh melampaui sang pelatih Tottenham sebelumnya yaitu Mauricio Pochettino. Manajer yang berasal dari Argentina tersebut disebut-sebut menerima jumlah gaji yang sama dnegan Solskjaer dan Klopp.

Seperti yang sudah diberitakan bahwa Mourinho akan menggantikan Pochettino untuk 4 tahun ke depan. Hal tersebut artinya, kontrak manajer yang berusia 56 tahun tersebut akan selesai pada 30 Juni 2023. Mantan manajer Manchester United tersebut juga mengaku bahwa ia sangat antusias untuk menukangi Harry Kane dan juga kawan-kawannya di klub tersebut. Sekarang ini The Lilywhites pasalnya terpuruk di peringkat nomor 14 pada klasemen sementara.

“Saya sangat amat antusias untuk bergabung dengan klub yang mempunyai peninggalan hebat dan juga supporter yang amat sangat bersemangat,’ ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia saat ditanyai soal ini.

“Kualitas klub dan juga akademi klub ini sangat membuat saya antusias. Bekerja dengan pemain-pemain ini yang membuat saya sangat tertarik,” ucapnya lagi.

Sedangkan, Mourinho telah memimpin latihan tim London Utara di hari Rabu (20/11) kemarin waktu setempat. Ujian pertama untuknya dengan Tottenham saat mereka akan dijamu oleh West Ham United tanggal 23 November 2019 mendatang.

Mourinho, Sang Spesialis Tropi

Jose Mourinho sendiri menjadi manajer yang langganan memberikan trofi untuk klub yang ditanganinya. Tottenham mengangkat Mourinho sebagai arsitek barunya selang beberapa jam setelah mereka mendepak Pochettino. Mourinho yang mendapatkan kontrak sampai dengan tahun 2023, Mourinho pasalnya akan menghadapi tantangan yang besar karena Tottenham berada di level terpukur sampai dengan saat ini.

Apabila dilihat, Mourinho adalah pelatih yang termasuk dalam garansi trofi. Ia selalu memberikan piala yang mana diberikan sehingga ia dijuluki sebagai The Special One itu. Karir kepelatihan Mourinho itu dimulai dari Benfica setelah sebelumnya ia menjadi penerjemah Sir Bobby Robson selama ia di Sporting Lisbon, Barcelona dan FC Porto.

Namun di klub dengan julukan As Aguias tersebut, karirnya tak bertahan lama. Ia menangani Benfica dalam 6 pertandingan. Hanya di Benfica saja Mourinho gagal memberikan gelar. Prestasi pria 56 tahun itu kemudian baru terlihat saat menangani klub Portugal yang lainnya, FC Porto di Januari 2002.

Apa Kabar Tes MotoGP? Kabar dari Rossi dan

Kabar dating dari Valentino Rossi dan Vinales serta Alex Marquez setelah menjalani tes MotoGP. Pebalap Yamaha, Valentino Rossi, menilai bahwa kecepatan motor yang akan dipakainya di ajang MotoGP 2020 masih tertinggal dari Honda dan Ducati. Sedangan dalam gelaran tes MotoGP, Vinales jadi yang tercepat, dan Alex Marquez jadi yang ke-20.

Rossi Belum Puas dengan Kecepatan Motornya

Rossi pasalnya memakai prototype motor Yamaha 2020 ketika melahap 68 putaran di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada Rabu (20/11) waktu setempat. Di sesi yang terakhir, Rossi pasalnya menempati posisi kesembilan dengan catatan waktu yang cukup baik, 1 menit 20,781 detik. Di luar posisi Rossi, sebenarnya Yamaha tampil dominan pada sesi terakhir. Pabrikan yang berasal dari Jepang itu dapat menempatkan 3 pebalap sekaligus di posisi terdepannya.

Rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales juga menjadi yang terbaik. Sementara di posisi kedua, dan ketiga ditempati oleh dua pebalap Petronas Yamaha yaitu Fabio Quartararo dan juga Franco Morbidelli. “Kami coba lebih cepat di trek lurus dan juga motor sedikit lebih baik walaupun masih jauh (dari memuaskan). Untuk saya, kami berjalan ke arah yang benar akan tetapi tetap dengan jarak (kecepatan maksimum motor) cukup jauh,” ujar Rossi dilansir dari CNN Indonesia.

“Ini adalah yang ketiga (versi) dan juga mesin yang sudah lebih baik. Akan tetapi, tetap mesin adalah bagian yang perlu untuk ditingkatkan.”

Seusai tes MotoGP di Valencia, Rossi sebenarnya mengaku bersemangat untuk melihat performa motor pada tes berikutnya yang mana berlangsung tanggal 25 November 2019 mendatang tepatnya di Sirkuit Jerez. Menurut pebalap 40 tahun tersebut, Jerez memiliki karakteristik lintasan yang mana mirip dengan banyak sirkuit MotoGP.

“Ini sangat penting, Anda mengetahui Jerez pasalnya lebih baik karena sirkuit ini sangat amat mirip dengan banyak trek yang lainnya. Sedangkan Valencia sangat kecil dan juga berbeda,” ucapnya lagi.

Selain Rossi, Quartararo dan juga Vinales pun berharap dapat melakoni tes di Sirkuit Jerez ini memakai prototype motor baru. Dua pebalap ini pasalnya melakoni tes di Valencia dengan motornya tahun 2019.

Vinales Tercepat, Alex Marquez Jadi yang ke-20

Setelah membicarakan Rossi, kabar juga dating dari Maverick Vinales yang menjadi pebalap tercepat di hari terakhir tes MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Rabu (20/11) waktu setempat. Vinales sendiri pasalnya melahap 67 buah putaran di tes kali ini dan mencatat waktu yang terbaik yaitu 1 menit 29,849 detik. Pebalap asal Spanyol itu mengungguli catatan waktu dari dua Yamaha, Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo.

Sementara itu, pebalap pendatang baru Honda di ajang MotoGP 202, Alex Marquez, bisa menunjukkan penampilannya yang lebih baik walaupun belum bisa membukukan catatan waktu yang mengesankan. Di hari pertama tes MotoGP, Alex pasalnya sempat mengalami crach.

Adik dari sang juara dunia MotoGP 2019, Marc Marquez, itu mencatatkan waktu yang cukup baik yaitu 1 menit 32,235 detik. Waktu itu terpaut sampai 2,386 detik dari waktu yang dicatatkan oleh Vinalez. Pada awal-awal sesi tes MotoGP, Morbidelli sempat mencatat waktu paling cepat lewat torehan 1 menit 32,080 detik ketika melahap satu putaran sirkuit Sirkuit Ricardo Tormo. Namun posisi pebalap togel online paling cepat itu pasalnya diambil oleh Marc yang membukukan waktu 1 menit 30,950 detik. 

Liverpool Terancam Tak Akan diperkuat Salah dan Robertson Saat Liga Inggris

Liverpool pasalnya terancam akan main tanpa diperkuat oleh Mohammed Salah dan juga Andrew ketika akan menghadapi Crystal Palace di pecan ke-13 Liga Inggris yang akan digelar pada hari Sabtu (23/11) tepatnya di Selhurst Park, London.

Salah dan Robertson Alami Cedera Engkel

Dilansir dari CNN Indonesia, kabarnya Salah dan  Robertson sedang mengalami masalah di bagian engkel mereka. Hal ini tentu saja membuat keadaan cukup buruk mengingat keduanya dipercaya bisa memperkuat skuat Liverpool. Cedera yang dialami oleh kedua pemain tersebut pasalnya membuat dua pemain bintang tersebut tak bisa ikut andil memperkuat timnas masing-masing juga ketika berlangsungnya jeda internasional. 

Pihak klub sekarang ini juga pasalnya akan lebih dulu menunggu laporan dari dokter tim supaya bisa memastikan bagaimana kah kondisi Salah dan Robertson. Apabila memang keduanya harus absen dari pertandingan, maka hal ini akan membuat masalah bagi sang manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

Salah pasalnya sudah bermasalah di bagian engkelnya ketika mendapatkan tekel keras dari gelandang Leicester City, Hamza Choudhury, dalam laga yang diakhiri dengan skor 2-1 di tanggal 5 Oktober 2019 lalu. Masalah di bagian engkel tersebut akhirnya memaksa Salah absen ketika tim kota pelabuhan bermain imbang dengan Manchester United tepatnya di Old Trafford.

Setelah itu, penyerang sayap yang berasal dari Mesir itu kembali lagi menerima tekel keras dari Fernandinho ketika Liverpool menang dengan skor 3-1 atas Manchester City pada ajang Liga Inggris tanggal 9 November 2019 kemarin. Salah sendiri telah mencetak sebanyak 9 gol musim ini kemudian ia terlihat mengenakan pelindung kaki saat laga selesai. Cedera itu lah yang akhirnya memaksa pemain bintang tersebut memperkuat timnas Mesir.

Cedera juga dialami oleh Roberton. Ia juga mengalami cedera engkel ketika menang melawan Man City. Cedera tersebut membuat Robertson juga absen memperkuat Skotlandia dalam 2 laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Kazakhstan dan Siprus.

Liverpool sendiri mengaku bahwa mereka khawatir akan cedera yang dialami oleh Mohammed Salah yang akan bertambah parah apabila penyerang Timnas Mesir itu tetap ingin membela timnasnya. Sebelumnya diketahui bahwa Salah sempat mengalami cedera di pergelangan kaki kirinya ketika dirinya memperkuat The Reds di mana akhirnya The Reds mampu mengalahkan Manchester City dengan skor 3-1 tepatnya di Stadion Anfield, Minggu 10 November 2019 lalu.

Ia juga mendapatkan tekel keras, seperti yang sudah santer diberitakan, dari Fernandinho. Salah beberapa kali sempat tertangkap kamera merintih kesakitan di lapangan. Mantan pemain AS Roma tersebut akhirnya ditarik keluar lapangan di menit ke-87 oleh sang menejer dan akhirnya digantikan oleh Joe Gomez.

Usai pertandingan tersebut, Liverpool menyarankan Salah untuk tetap berada di Meryside untuk menjalani pemeriksaan yang berkaitan dengan cedera yang ia alami. Namun pemberitaan beredar bahwa Salah bersikeras tetep ingin membela Timnas Mesir.

Pemain Kunci Lainnya Pun Absen

Selain Salah dan Robertson, kondisi dari Jordan Henderson dan Joe Gomez pun meragukan. Kedua pemain itu masih belum bisa sepenuhnya pulih dari cederanya. Sehingga, keduanya pun terpaksa dipulangkan oleh sang pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, menjelang laga melawan Kosovo yang mana dimenanginya dengan skor telak 4-0 pada tanggal 18 November 2019 kemarin.

Saat ini Liverpool berstatus menjadi pemuncak klasemen Liga Inggris dengan skor yang terkumpul 340 poin. The Reds sendiri unggul 9 poin dari Leicester yang mana duduk manis di posisi kedua.

Kemenpora Ingin Percepat Proses Pencairan Dana SEA Games 2019

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pasalnya ingin segera mempercepat proses pencairan dana kontingen Indonesia yang bakal berangkat ke ajang SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina. Bersama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan juga National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Kemenpora pasalnya membuat nota kesepahaman (MoU), di mana ada bantuan anggaran di dalamnya. Anggaran yang diberikan jumlahnya sebesar Rp. 59,6 miliar yang dipergunakan untuk keberangkatan kontingen Indonesia SEA Games 2019 pada hari Rabu kemarin, 20 November 2019.

Proses Pencairan Dana Keberangkatan dipercepat

Jika dilihat secara prosedur, dana itu baru bias dicairkan dari KPPN (Kantor Pusat Perbendaharaan Negara) 5 hari setelah laporan MoU diberikan. Akan tetapi, Kemenpora berencana untuk bisa mempercepat proses pencairan dana tersebut karena beberapa cabang olahraga akan lebih dulu berangkat.

“Kami sepakat supaya dibuatkan surat dari Deputi IV Dirjen Perbendaharaan Keuangan Negara agar tidak perlu lima hari anggaran itu cair tanpa melanggar aturan,” kata Gatot di Kantor Kemenpora.

Sejumlah cabor (cabang olahraga) bakal bertolak ke Filipina jauh lebih awal, salah satunya adalah sepak bola. Tim cabang olahraga sepak bola rencananya akan berangkat dini hari Kamis (21/11).

Walaupun pencairan dana ini dinilai mepet dengan keberangkatan cabang olahraga, Gatot sendiri menyebutkan bahwa langkah itu adalah yang terbaik. “Kenapa baru sekarang? Ini adalah bentuk kehati-hatian kami jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Sekjen NOC Beterima Kasih Atas adanya MoU

Di sini lain, Sekjen NOC Indonesia, Ferry Kono, berterima kasih pada Kemenpora atas adanya penandatanganan MoU ini. Ferry sendiri mengatakan bahwa dari Rp. 67 miliar dana yang diajukan oleh mereka, NOC mendapatkan Rp. 59,6 miliar. Selain dari Kemenpora, ada juga cabor lainnya yang membiayai officialnya. Tidak hanya itu, ia mengaku juga bahwa ada sponsor yang membantu pembiayaan ini. Untuk apparel kontingen misalnya, NOC mendapatkan dukungan Rp. 2,3 miliar dari Yonex.

“Dua sponsor ini pasalnya diharapkan dapat menutupi selisih anggaran yang ada dari pemerintah. Dari Gojek ada 2.5 miliar. Sementara itu dari Walls, Rp. 5 miliar namun sampai Olimpiade. Jadi, pembagiannya untuk SEA Games kami alokasikan Rp. 1,5 miliar,” tukas Ferry.

Memang dalam ajang SEA Games 2019 ini beberapa cabang olahraga mulai berusaha dengan ekstra untuk mendapatkan pembiayaan guna menunjang performa mereka di ajang itu. Harapan dan perjuangan yang keras pun ditunjukkan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Mereka memasang target 4 buah medali emas pada ajang SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina itu.

Hal tersebut langsung disampaikan oleh Manajer Tim Atletik Indonesia, Mustara di sela-sela pemberian bonus untuk Lalu Muhammad Zohri yang berhasil meraih medali perak dalam ajang Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang berlangsung di Doha dan untuk Karisma Evi Tiarani yang berhasil mencetak rekor dunia sekaligus juga meraih medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Para Atletik yang berlangsung di Prancis lalu.

Atletik Indonesia sendiri pasalnya mengirimkan sebanyak 35 atlet yang mana 60% di antaranya adalah atlet-atlet muda. Sementara target medali masih dibebankan pada atlet-atlet senior seperti misalnya Agus yang turun lari jauh dan ditargetkan untuk meraih medali emas pada nomor 10.000 mater, lalu Emilia yang turun di nomor lari gawang 100 serta Hendro Yap di jalan cepat 20 km.